Tampilkan postingan dengan label Dengarkan Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dengarkan Curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Langkah Kecil Mengawali 2012




Sebelum mulai bercurhat ria, saya mau ngucapin dulu:

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYAAAAA!!!! *teriak pake TOA*

Tidak terasa, tahun telah berganti, kalender berganti (walau belum punya kalender baru, ihiks... TT)
Banyak banget yang membuat resolusi. Resolusi keren, hebat, pokoknya semua pasti berharap yang lebih baik dan lebiiiih baik lagi :D

Okelah, daripada berpanjang lebar, saya langsung saja ke pokok permasalahannya. Sebelum mengejar impian tahun ini, pernahkah berpikir kalau memulainya sangat mudah?
Masa iya mudah?
Tentu saja! Sangat yakin.

Artikel ini sengaja saya posting untuk mengingatkan betapa mudahnya menyelesaikan resolusi 2012 yang telah dibuat sedemikian rupa, dan tentunya semua harapan tentang tahun yang penuh kebahagiaan dan kesuksesan :D

Langkah kecil itu mudah. Tidak memerlukan biaya, dan juga tidak merugikan orang. Nah, apa itu?



Nah, simpel banget, kan?
Jangan muluk-muluk, cukup dengan tersenyum tiap pagi, update status di jejaring sosial dengan pikiran-pikiran positif, batasi keluhan terlebih makian, kemarahan, dan sesuatu yang mengungkap kesedihan.
Ketika bete, isi status dengan penghiburan, bukan keluhan.

Pikiran positif adalah sesuatu yang sangat berguna, melihat sesuatu dari sisi positif membuat kita lebih bersyukur dan menjauhkan kita dari sesuatu yang berbau negatif.

Mau contoh:

Kasus sederhana kalau putus cinta:

Status 1:
Rasanya pengen mati aja. Dia nggak cinta aku lagi.

(Ini benar-benar bermuatan negatif, bisa menjadikan hari-hari bagai neraka, galau, nggak tenang, nangis melulu)

Status 2:
AH! Putus lagi. Bukan jodoh, Biarin deh, emang cowok cuma dia? Aku pasti buat dia nyesel dengan dapetin cowok lebih baik dari dia :DD

(Nah, setidaknya ada motivasi, kan? ^^)

Itu cuma contoh kecil, namun hal-hal lain bisa terjadi hanya karena satu pemikiran positif :D

Ingatlah:

"Kita tidak bisa mengubah dunia, tapi kita bisa berubah untuk dunia."

Selamat mengawali tahun 2012
Cheers ^^

Rabu, 26 Oktober 2011

EMANG SIAPA ELOOO? Helowww :p Pfuaaaahhhhh :p

Sebelum berkata --> ELO, GUE, END!



Dari semalam saya benar-benar penasaran sama kehebohan yang diakibatkan 1 orang :D
Yap, 1 orang yang memiliki pikiran, kalau semua orang JAHAT kepadanya.
Loh?
Serius. Jadi dia selalu memiliki pola pikir seperti ini: "Gue dicuekin. Jahat banget. Mentang-mentang mereka sesuatu dan gue? Heloww siapa elo?"

Wakakak... bagaimana kalau si 'emang siapa elo' ini harus mengalami kasus seperti ini? :D
(jujur, aku pernah mengalaminya)

KASUS SIAPA ELO - 1
Inbox penerbit FGH
tanya:
Dear admin,
boleh saya tahu apakah penerbit ini menerima roman kriminal nggak? Soalnya saya baca sebuah buku terbitan FGH yang bertema kriminal, tapi di web FGH tidak ada kriteria untuk roman kriminal.

jawaban penerbit FGH:
Lihat saja di web.

(Ya ampyuuun, kalau udah kejawab di web, ngapain juga nanya? Huhuhu)


KASUS SIAPA ELO - 2
Telepon ke penerbit ABC
(siang)
W: Siang Mbak, Bisa saya bicara dengan Mbak efg? Ingin bertanya sedikit soal naskah.
AR: Maaf, Mbak efg sibuk
(agak sore)
W: Sore, Mbak... ini saya, W, minta tolong bicara dengan Mbak efg."
AR: Maaf Mbak efg sibuk
(pagi)
W: Selamat pagi, Mbak... Mbak efg-nya ada?
AR: Maaf mbak efg lagi sibuk

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Sakit hati?
Sebenarnya begini... Kalau saya kita mau berpikir positif, dan mau sedikit membuka hati dan berpikir melihat kasus dari sudut pandang orang lain, maka tidak akan pernah ada kemarahan, kekecewaan yang menjurus kepada hal negatif--> mendapatkan MUSUH.

Sedih, ya? Tapi coba pikirkan, jika kita yang berada dalam posisi orang tersebut. Bagaimana kalau kita harus membuka inbox ratusan bahkan ribuan setiap harinya. Bagaimana kalau saat itu kita harus menghadapi penanya super rewel, sementara di rumah dan kantor pekerjaan lain menunggu?

Ada orang yang bahkan tidak akrab dengan bantal dan kasur. Waktu tidurnya hanya 2-3 jam sehari. Dengan kesibukan luar biasa, dan seharusnya dia menghabiskan waktu lainnya dengan bersantai, namun dia malah berbaik hati mengurusi dunia kepenulisan.
Yang membuat saya tertawa dan bersedih di waktu bersamaan, orang-orang yang seperti ini, dan kebetulan saya mengenalnya, dikatakan sombong dan tidak memperhatikan penulis dengan lebel pikiran, 'emang siapa elo'

Plisss deh, kalau ada pola pikiran seperti itu, jangan menjawab (dengan kenyataan)
gue adalah orang egois yang cuma peduli urusan gue, sebodo amat sama elo, sepanjang elo nggak buat gue tersinggung, gue bukan musuh elo! Tapi kalau elo nyuekin gue, elo, gue, END!

Tapi jawablah (dengan kenyataan)
Gue adalah orang yang suatu saat akan berhasil, lalu muncul di hadapan elo dan berkata, 'hai' sebelum berdiri sejajar di sebelah elo!


Salam,
Lady Katana

Selasa, 25 Oktober 2011

SEBELUM MINTA GRATISAN :P



Ehem... familier dengan dialog di bawah ini?

x : "kakak... aku bener-bener ngefans sama Kakak, sumpah!"
y: *senyum manis*
x: "Aku sukaaaaa banget sama novel kakak, minta gratisannya, dong!"

?????????????????????????????????????????????????????????

Ngefans berat katanya, suka banget katanya, tapiiii, haree genee minta GRATISAN? Oh oh oh!

Nah, sebelum menyematkan julukan 'pelit' pada penulis, ada sedikit sharing dariku :p
*batuk-batuk*

Begini... sebenarnya penulis memang mendapatkan bukti terbit dari penerbit. Tapi jangan pernah bayangkan bukti terbitnya 100 atau 1000 ya :D *dikepruk penerbit*

Nah, rata-rata, banyaknya bukti terbit itu sekitar 10 buku. Bahkan ada juga beberapa penerbit *khususnya penerbit online* yang mewajibkan penulis membeli bukunya sendiri.
Dari 10 buku itu, anggap saja penulis punya ortu, saudara, kakak adik, sahabat yang sering diutangin, dan kerabat... itu sekitar 9 orang, lalu 2 lagi dipakai untuk kuis di jejaring sosial. Karena penulis pengen punya kenangan buku, maka diapun ingin membeli bukunya. Nah........ sisa berapa jadinya???? Hayoooo *ngulurin kalkulator*

Sisa berapa?
Minus 2!

Lalu muncullah x yang ngaku fans berat dan sukaaa banget (sumpah!) sama bukunya, lalu minta GRATISAN!
*nyawn* :3
Saudara-saudara, kalau saja ada 10 fans yang bernama x ini, dan penulis memberikan novel ke semuanya, maka penulis harus membeli berapa buku? Benar, 10. Sekarang kalikan 10 dengan nominal buku. Jadi berapa yaaa? :D

Tapi penulis dapat diskon?
Yep, bener banget. Penulis mungkin mendapatkan diskon pembelian, tapi setahu saya sih, diskonnya cuma untuk pembelian cash, walau mungkin ada beberapa yang pembelian potong royalti.
Nominal biaya inipun masih bertambah dengan jumlah biaya ongkir ke daerah fans bernama x, yang ternyata, ternyata, oh ternyata, di Kalimantan, atau sumatera, yoooo ongkir kesana (dari Bali) mencapai 30 ribu lebih loh :O

Pusing?
Nah,sebelum ngaku fans dan minta gratisan... ada baiknya kalian memikirkan dan mungkin sedikit menghitung :3
Aku sangat sangat menghargai orang-orang yang menabung demi mendapatkan sebuah buku. Menurutku, merekalah sejatinya fans sejati dan fans yang bener-bener suka dengan sebuah buku (sumpah!)

Lalu bagaimana dengan yang uang sakunya pas-pasan?
Jangan salah, di jejaring Twitter dan FB sering banget diadakan kuis, apalagi menjelang launching sebuah buku. Cara ini jauh lebih sopan daripada nodong. Setidaknya ada usaha kan? ;D

Sedikit curhat dan sharing dariku di hari Rabu yang mudah-mudahan dapat memberi sedikit manfaat :)

Salam,
Lady Katana

Kamis, 04 Agustus 2011

PERTANYAAN yang Paling Sering Kuterima

1. Kenapa berani memilih jalur thriller?
--> Aku tahu banget perjuangan menulis sesuatu yang jarang disentuh pasti mengundang pro dan kontra, apalagi genre ini deket banget dengan dunia kriminal. Tapi seseorang memberitahuku, Jangan pernah takut mencoba. Selain itu, pernahkah berpikir, kalau JK Rowling tidak berani memilih jalur fantasy, apa yang terjadi pada Harry Potter?

2. Kok nggak nulis roman saja?
--> Jujur, aku udah pernah beberapa kali nulis roman, tapi aku tetap lebih nyaman menulis cerita thriller. Lagipula menulis hal yang benar-benar disukai itu rasanya lega. Bebas.

3.Darimana mendapatkan inspirasi?
--> Paling cepat dari klip lagu, ShadowLight dari Nameless Name-nya Park Young Saeng, mantan anggota SS501. Aku mencintai musik sama seperti aku mencintai buku.

4. Mengapa judulnya Bayangan dan Cahaya?
--> Sudah jelas sekali, bahwa Bayangan dan Cahaya adalah dua orang yang saling bertarung dan berusaha mengalahkan satu sama lain.

5. Kesulitan terbesar menulis novel?
--> Melawan mood. Karena aku bukan Andrea Hirata yang bisa menulis dalam kondisi apapun. Keren banget... Aku sendiri susah menulis kalau tidak mendapatkan feeling, tiba-tiba merasa kalau tokohku tiba-tiba menjadi 'mati'.

6. Cara mengatasi writer's block?
--> Mendengar musik, menjauh dari buku selama beberapa hari, lalu menjadi gila dan terus membaca. Aku suka musik tipe Enya, atau musik Jay Chow dan Lee Hom. Walau tidak menutup kemungkinan mendengar banyak jenis lagu. Setelah itu, biasanya feelingku membaik.

7. Bagian mana yang disukai dalam ShadowLight? Bagian mana yang paling sulit dibuat?
--> Aku suka bagian-bagian yang ritmenya turun, membuatku nyaris menangis membuatnya, seperti bagian jahit-menjahit atau bagian Fox memotong rambut Agni T_T
Sementara bagian paling sulit tetap di pertarungan-pertarungan akhir. Menguras tenaga, dan konsentrasi, terutama untuk mencari setting yang sesuai.

8. Pengalaman menarik pas menulis?
--> Wah, pengalamannya biasa-biasa saja sih. Nggak ada yang aneh-aneh, walau kadang berharap ketemu Kim Hyun Joong beneran :D Pengalaman luar biasa justru aku dapat setelah menulis dan memperjuangkan ShadowLight. Dari kenal guruku, Donatus A Nugroho, sampai cinta pada pandangan pertama saat aku ditemukan Gradien. penerbit ShadowLight sekarang :)
Menjelang terbitpun banyak kejutan luar biasa dari ShadowLight, beberapa minggu sebelum terbit, novel ini sudah diminta oleh salah seorang penulis skenario film! Kejutan luar biasa, mengingat, menyapa beliau saja sudah membuatku merinding disko. Setelah terbitpun aku kembali dikejutkan. Banyak juga ternyata yang sms dan inbox pengen jadi Agni. Ya ampuuuun...

9. Berapa lama menulis ShadowLight?
--> ShadowLight ditulis sejak Januari 2010, selama enam bulan. Sisa waktunya adalah waktu memasuki dunia persilatan, eh... penerbitan.

10. Ada nggak pesan-pesan moral dari sebuah novel thriller?
--> Semua karya pasti ada pesan moralnya. Pesan moral ini biasanya tidak disadari oleh penulisnya (mengutip kalimat Pangeran Pasai, Mas Putra Gara). Pesan Moral ShadowLight pastinya akan ditemukan pas membaca bukunya. Jadi, baca dulu bukunya... hehehe...